Perambatan panas adalah proses perpindahan energi panas dari satu benda (titik nyala api) ke benda lain yang suhunya lebih rendah. Api dapat membesar dan menghanguskan satu gedung atau pesawat utuh karena panasnya merambat.
Faktor dan metode perambatan panas terbagi menjadi empat:
- Konduksi: Perambatan panas melalui media benda padat. Contoh: Rangka besi pesawat yang terbakar di bagian ekor akan menghantarkan panas ke bagian tengah pesawat, memicu bahan mudah terbakar di sekitarnya.
- Konveksi: Perambatan panas melalui aliran benda cair atau gas/udara. Panas yang terbawa oleh asap akan bergerak naik ke atas (plafon gedung atau kabin pesawat). Saat asap panas ini terkumpul, ia bisa membakar benda apa pun yang dilewatinya.
- Radiasi: Pancaran energi panas berupa gelombang elektromagnetik ke segala arah tanpa memerlukan media perantara. Contoh: Panas api unggun yang terasa di wajah kita, atau gedung yang ikut terbakar meskipun berjarak 10 meter dari gedung sebelahnya yang sedang dilalap api.
- Direct Flame Contact: Jilatan lidah api langsung yang menyentuh benda di sekitarnya.