Tenaga pendorong pesawat sangat bervariasi dan masing-masing memiliki area bahaya tersendiri bagi personel ARFF.
1. Mesin Piston (Berbaling-baling / Propeller)Sama dengan mesin mobil, percampuran bahan bakar dan udara di karburator dibakar di dalam silinder, lalu sistem gigi menggerakkan baling-baling (propeller) untuk menghasilkan tenaga dorong. Mesin ini memiliki banyak getaran, tangki oli, hidrolik, dan generator pembuangan gas (exhaust).
- Zona Bahaya: Putaran baling-baling sangat mematikan. Jangan menghampiri mesin menyala kurang dari 15 kaki (feet) dari depan, dan 15 kaki ditambah radius baling-baling dari arah samping. Selalu dekati pesawat dari arah belakang.
- Ancaman ARFF: Mesin yang baru mati bisa tiba-tiba berputar karena sentuhan. Saat kecelakaan (crash), baling-baling bisa patah, melubangi tangki bahan bakar di sayap, dan tumpahannya bisa terbakar karena mengenai exhaust yang masih panas.
Cara kerjanya menghisap udara, memampatkannya di kompresor, mencampurnya dengan bahan bakar dan membakarnya, lalu menyemburkannya ke belakang. Mesin ini minim pelumas dan bebas getaran. Terdiri dari 3 tipe:
- Ram Jet: Paling sederhana, tanpa bagian yang bergerak. Udara dimampatkan murni oleh desain bentuk ruangannya.
- Pulse Jet / Turbo Jet: Memakai ratusan kipas kompresor untuk memadatkan udara sebelum masuk ruang bakar (combustion chamber). Keluarannya memutar turbin dan memancarkan tenaga. Beberapa dilengkapi after burner untuk tenaga ekstra.
- Turbo Prop: Mesin jet yang difungsikan untuk memutar baling-baling (propeller) melalui sistem gigi pengatur.
- Zona Bahaya Jet: Kecepatan semburan (exhaust) bisa melebihi 30 mil/jam dan mampu melempar benda seperti peluru. Daerah aman ARFF adalah 25 kaki dari arah depan (area hisap/in-take) dan 150 kaki dari arah belakang (area semburan/exhaust).