Pada era penerbangan perintis (atau jika radio ATC mati), komunikasi dengan pesawat menggunakan tanda visual raksasa di darat (Signal Area). Lokasi ini dipagari putih dan diletakkan tanda-tanda berikut:
- Landing T (Warna Putih/Oranye): Menunjukkan arah pendaratan dan lepas landas yang aktif (mirip panah besar).
- Dumb-Bell Putih (Bentuk seperti Barbel): Mengartikan pesawat mendarat, lepas landas, dan melaju (taxiing) hanya boleh dilakukan di atas aspal runway/taxiway.
- Dumb-Bell Putih bergaris Hitam Vertikal: Mengartikan lepas landas dan mendarat wajib di aspal, namun pesawat bolehtaxiing melintasi area rumput.
- Tanda Silang (X):
- Dasar merah + Dua garis silang kuning: Dilarang mendarat (bandara ditutup).
- Dasar merah + Satu garis silang kuning: Harap berhati-hati saat mendarat (ada kerusakan di area manuver).
- Wind Sock (Kantong Angin): Kerucut kain untuk menunjukkan arah angin (udara bertiup berlawanan dengan arah mulut kantong) serta perkiraan kecepatan angin. Sangat berguna bagi ARFF untuk menentukan posisi upwind (di atas angin) saat menyemprotkan busa ke pesawat terbakar.