Pernahkah Anda memperhatikan mobil pemadam kebakaran besar dengan warna mencolok (biasanya kuning kehijauan atau merah) yang terparkir di dekat landasan pacu saat pesawat Anda akan lepas landas atau mendarat? Atau, pernahkah Anda bertanya tanya, siapa yang akan menyelamatkan penumpang jika terjadi keadaan darurat pada pesawat di bandara?
Jawabannya adalah ARFF (Airport Rescue and Fire Fighting). Di Indonesia, profesi ini juga sering disebut dengan PKP PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran).
Bagi masyarakat umum, pekerjaan di bandara yang paling dikenal mungkin adalah pilot, pramugari, petugas check in, atau teknisi pesawat. Namun, di balik kelancaran sebuah penerbangan, ada tim khusus yang selalu bersiaga 24 jam sehari, 7 hari seminggu, siap merespons segala bentuk keadaan darurat dalam hitungan detik. Merekalah personel ARFF.
Mari kita kenal lebih jauh tentang apa itu ARFF dan mengapa peran mereka sangat vital di setiap bandar udara.
Siapa Mereka dan Apa Tugas Utamanya?
Secara sederhana, personel ARFF adalah pemadam kebakaran khusus bandara. Namun, tugas mereka jauh lebih kompleks daripada "sekadar" memadamkan api.
Tugas utama ARFF terbagi menjadi dua kata kunci utama dalam nama mereka:
- Rescue (Penyelamatan): Ini adalah prioritas utama dan mutlak. Jika terjadi insiden atau kecelakaan pesawat, tugas pertama personel ARFF adalah menyelamatkan jiwa. Mereka dilatih khusus untuk mengevakuasi penumpang dan kru dari dalam pesawat dengan cepat dan aman, seringkali dalam kondisi yang sangat ekstrem, seperti kabin yang dipenuhi asap tebal atau api.
- Fire Fighting (Pemadaman Kebakaran): Bandara dan pesawat udara penuh dengan bahan yang sangat mudah terbakar, terutama bahan bakar penerbangan (avtur). Jika terjadi kebakaran, apinya bisa membesar dengan luar biasa cepat. Personel ARFF bertugas mengendalikan dan memadamkan api tersebut secepat mungkin untuk menciptakan jalur evakuasi yang aman bagi penumpang.
Selain menangani pesawat, mereka juga bertanggung jawab atas keselamatan seluruh fasilitas bandara. Jadi, jika ada kebakaran di gedung terminal atau area kargo, ARFF juga yang akan turun tangan menanganinya.
Mengapa ARFF Berbeda dari Pemadam Kebakaran Kota?
Anda mungkin bertanya, "Kenapa tidak pakai pemadam kebakaran kota saja?" Jawabannya ada pada karakteristik keadaan darurat penerbangan itu sendiri:
- Waktu Respons (Response Time) yang Kritis: Dalam kecelakaan pesawat, detik sangatlah berharga. Aturan internasional menetapkan bahwa armada ARFF harus bisa mencapai titik mana pun di area pergerakan pesawat di bandara dan mulai menyemprotkan bahan pemadam dalam waktu tidak lebih dari 3 menit! Kecepatan ini sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa. Pemadam kebakaran dari luar bandara tidak akan mungkin memenuhi target waktu ini.
- Bahan Pemadam Khusus: Kebakaran pesawat (yang melibatkan avtur) tidak bisa dipadamkan hanya dengan air biasa. Air justru bisa membuat api avtur menyebar. Personel ARFF menggunakan bahan khusus berupa Foam (busa) kimia yang dirancang untuk menyelimuti bahan bakar, memutus pasokan oksigen, dan mendinginkan area kebakaran.
- Kendaraan Spesialis: Kendaraan pemadam bandara (biasa disebut Foam Tender) berbeda jauh dengan mobil pemadam biasa. Kendaraan ini berukuran raksasa, memiliki mesin yang sangat bertenaga (agar bisa melesat cepat ke lokasi), bisa berjalan di medan lumpur atau rumput (off road), dan mampu menyemprotkan foam ribuan liter per menit sambil tetap berjalan.
- Pelatihan Khusus Pesawat: Personel ARFF dilatih untuk memahami anatomi pesawat. Mereka harus tahu di mana letak pintu darurat, bagaimana cara memotong badan pesawat jika pintu macet, di mana letak tangki bahan bakar, dan bagaimana menangani material berbahaya (dangerous goods) yang mungkin dibawa oleh kargo pesawat.
Kehidupan Sehari-hari Personel ARFF
Saat tidak ada kejadian darurat, bukan berarti personel ARFF hanya duduk bersantai. Profesi ini menuntut kebugaran fisik dan kesiapan mental yang prima. Kegiatan sehari hari mereka meliputi:
- Inspeksi dan Perawatan Peralatan: Memastikan semua kendaraan dan peralatan berfungsi 100% setiap saat.
- Latihan Fisik: Menjaga kebugaran agar siap menghadapi tugas berat evakuasi.
- Simulasi dan Latihan Darurat: Terus menerus melatih skenario keadaan darurat (baik kebakaran maupun penyelamatan) agar gerakan dan koordinasi mereka menjadi insting saat kejadian nyata terjadi.
Penjaga Keselamatan Tak Terlihat
Profesi ARFF sering kali tidak terlihat oleh penumpang biasa. Mereka bersiaga dalam keheningan, mengawasi setiap pesawat yang lepas landas dan mendarat. Motto yang sering mereka pegang adalah: "Lebih baik bersiap untuk sesuatu yang tidak akan pernah terjadi, daripada tidak siap untuk sesuatu yang mungkin terjadi."
Jadi, lain kali saat Anda berada di bandara dan bersiap untuk terbang, Anda bisa merasa sedikit lebih tenang karena Anda tahu: di luar sana, ada pahlawan pahlawan tangguh dari ARFF yang selalu berjaga untuk keselamatan penerbangan Anda.